Monday, January 14, 2008

Soeharto


Sakitnya Pak Harto mengundang komentar banyak orang. Memang sulit bersikap objective terhadap berbagai masalah. Orang-orang yang tidak punya masalah langsung dengan Pak Harto mungkin akan lebih mudah memaaafkannya. Yang lebih baik adalah maaf dari orang-orang yang bermasalah dengan Pak Harto, suatu bentuk kebesaran jiwa
Pada pihak lain, jasa Pak Harto tentu besar bagi Indonesia, terlepas dari berbagai kekurangannya. Saya pernah berpikir bahwa presiden negara manapun adalah manusia super yang harus menghadapi pebalgai masalah dalam dan luar negeri secara silih berganti dengan manajemen waktu dan manajemen-manajemen yang lain. Presiden lebih hebat daripada profesor atau jenderal secara terpisah.
Secara pribadi saya bersikap sebagai orang awam saja kepada Pak Harto. Mendoakannya.

Hanya saja, saya kadang-kadang merasa tidak enak, dulu ketika masih berkuasa hanya sedikit orang yang berani mengkritiknya. Kini, setelah dia tua dan lemah, banyak orang yang berani mengkritiknya. Beraninya pada orang yang sudah tidak berkuasa :)

Tuesday, January 1, 2008

Ramalan

Menjelang tahun 2008 saya lihat cukup banyak ramalan yang ditampilkan di televisi. Saya secara pribadi tidak begitu menyeriusi ramalan, biasanya betapapun baik atau buruk suatu ramalan saya segera melupakannya. Saya lebih suka mengalami sendiri peristiwa yang akan terjadi tanpa harus mengetahui ramalannya.
Namun, saya bisa memahami kenapa ramalan digemari, ramalan bisa membuat kita mempersiapkan masa depan lebih baik dan lebih mudah. Memang kita umumnya suka jalan singkat dalam menghadapi berbagai masalah. Meski begitu, janganlah berlebihan mempercayai ramalan, supaya tidak terjebak ke dalam kesyirikan.
Saya sendiri menduga bahwa ramalan akan lebih mungkin terjadi pada orang yang mengetahui dan memercayai ramalan itu. Jadi, mungkin lebih baik kita tidak usaha mengetahui ramalan-ramalan yang buruk apalagi memercayainya.

Thursday, December 27, 2007

Meninggalnya Benazir Bhutto

Meninggalnya Benazir Bhutto cukup mengagetkan saya, karena beliau memiliki kharisma yang terasa sampai ke Indonesia, mungkin bisa dibandingkan dengan Megawati di Indonesia. Itu adalah salah satu kekejaman politik. Tidakkah mereka, yang terlibat dalam pembunuhan seperti itu, mengingat Tuhan, ketika akan melakukan aksinya? Mungkin juga mereka punya dalih tersendiri yang sangat meragukan orang awam seperti saya.
Untunglah di Indonesia situasi politik tidak sebrutal itu, dan mudah-mudahan orang Indonesia tidak terdorong untuk melakukan hal yang sama di dalam negerinya sendiri.

Monday, December 3, 2007

Satpam Bank yang "Terlalu" Ramah

Ketika saya memasuki beberapa kantor cabang bank saya disambut oleh satpam-satpam secara ramah sebaliknya ketika saya dan orang lain keluar dari bank yang bersangkutan juga disapa dengan ucapan terima kasih. Meskipun saya rasa sambutan seperti itu dimaksudkan untuk memberikan layanan tertentu di tengah-tengah persaingan antarbank yang mungkin makin sengit, saya merasa risi terhadap hal tersebut. Tetapi, nampaknya pengunjung-pengunjuk yang lain tidak merasakan hal yang sama. Saya lebih suka BTN yang satpamnya tidak menyambut ketika ada orang luar yang memasuki kantornya

Monday, November 12, 2007

Relijiusitas Wanita


Sejak dulu saya kadang-kadang menemukan wanita yang tertarik pada nama saya yang relijius, padahal saya sendiri adalah orang awam dalam agama Islam. Begitu juga setelah nama dan nomor telepon saya dimuat di sebuat majalah handphone (?) ada beberapa wanita muda yang menghubungi saya lewat sms, biasanya mereka mundur setelah mengetahui saya sudah cukup berumur. Menurut saya, ketertarikan itu sedikit banyak menunjukkan relijiusitas mereka sendiri. Saya lihat, juga banyak anggota kelompok aliran yg dikatakan sebagai sesat adalah wanita. Mereka juga relijus, pada suatu tingkat, hanya karena kurang dalam pemahamannya atau karena mudah dibujuk jadi salah arah.
Saya tidak tahu apakah pria-pria lain dengan nama relijius seperti Abdullah, Muhammad, Abdurrahman juga memiliki pengalamanan seperti yang telah saya alami itu atau tidak

Friday, November 9, 2007

Kemanusiaan

Saya pernah mendengar di radio bahwa di Australia orang menyembelih hewan ternak dengan manusiawi sekali yaitu hewan yang bersangkutan mendapatkan semacam zat pemingsan sebelum disembelih. sementara acara radio yang sama menginfokan bahwa tidak jarang di Arab (mungkin di Indonesia) hewan hewan ternak diseret dengan kasar sebelum disembelih. pada pihak lain konon hewan yang disembelih dengan cara yang sangat manusiawi itu dagingnya lebih lembut daripada yang tidak. mungkin dua metode penyembelihan tersebut memiliki banyak perkecualian di sana-sini, tetapi muncul pertanyaan kenapa orang muslim yang seharusnya penuh belas kasih kurang manusiawi dengan orang barat dalam hal ini. kasihan hewan-hewan yang disembelih dengan cara kasar itu. di Indonesian orang saja bisa dibakar karena sekadar mencuri

Thursday, October 25, 2007

Dhani, Maia. Mulan


Saya merasa tertarik juga mengetahui bantahan Ahmad Dhani dan Mulan Kwok tentang bahwa mereka telah menikah siri, bahwa Dhani telah membelikan Mulan rumah, dan sebagainya. Memang informasi yang disampaikan terus menerus bisa membuat kita mempercayainya, meskipun pada kenyataannya bisa saja informasi itu tidak benar. Fitnah (bisa) lebih kejam daripada pembunuhan, kata orang. Kalau begini, kita bisa bingung siapa yang benar dan siapa yang salah. tapi, orang yang pintar bersilat lidah bisa membuat yang salah tampak benar dan sebaliknya. Seperti yang kita kadang-kadang kita saksikan.
Kalau sudah begini, lebih baik kita makin berhati-hati menanggapi informasi yang datang kepada kita. Jangan mudah percaya, tetapi sebaliknya juga jangan terlalu cepat tidak mempercayai informasi tertentu, terutama yang tidak sesuai dengan kehendak kita.