Thursday, March 3, 2011

Menulis

Menulis adalah salah satu cara yang baik untuk menyalurkan isi hati. Jika tidak menulis, sebagian dari orang yang sudah biasa menulis akan menjadi resah. Mereka yang sudah berpengalaman dapat menuliskan ribuan kata dari satu kata tema. Ketika menulisnya, tidak jarang muncul ide di kepala untuk menambah isi tulisan, suatu hal yang kadang-kadang tidak terpikirkan jika tidak menulis. Pada lain pihak, pikiran di kepala yang kadang-kadang berharga bisa hilang begitu saja jika tidak ditulis.
Tetapi menulis hanyalah salah satu dari aktivitas manusia. Masih banyak aktivitas manusia lain yang tak kalah penting seperti bekerja dan berinteraksi dengan sesama manusia. Bahkan dari kegiatan yang lain itulah tidak jarang ide muncul untuk dijadikan bahan tulisan.

Wednesday, January 19, 2011

Ibu Muda dan Pemberian Nama

Akhir-akhir saya merasa cukup sering melihat ibu-ibu muda, misalnya ketika naik angkot. Padahal saya tinggal di Bandung yang notabenenya saya kira rata-rata berpendidikan cukup tinggi, SLTA, mungkin boleh dianggap demikian. Tidak jelas apakah ini akibat tidak langsung dari kemajuan teknologi dan pergaulan yang makin bebas, tetapi saya rasa ini agak memprihatinkan karena penduduk makin banyak saja secara agak terlalu cepat dan lapangan kerja makin sulit, belum lagi masalah kesehatan, kesejahteraan, dan lain-lain. Saya pikir sebaiknya perempuan melahirkan di atas umur 25 tahun saja dan punya 1-2 anak saja.
Selain itu, saya mengamati secara sekilas yaitu lewat orang-orang yang saya kenal bahwa ada kecenderungan pemberian nama yang berbau Arab kepada anak-anak yang baru lahir tetapi memiliki kesan/kelas tersendiri, seperti Rafli, Faza, dan Nabil. Nama seperti itu memiliki gaya yang berbeda dengan nama berbau Arab lain seperti Rahmat, Ibrahim, Saleh, dan seterusnya yang lebih konvensional. Ini memiliki aspek positif yang kepercayaan diri memberi nama demikian di tengah posisi kaum muslim di dunia ini, yang mudah-mudahan memang makin lama makin baik berkat generasi muda ini. Tapi orang-orang yang ingin aman, ada baiknya memakai nama yang berbau Indonesia kepada anaknya tetapi mendidiknya sebaik mungkin, supaya lebih mudah bergaul dengan banyak komunitas internasional pada tingkat tertentu.

Thursday, July 8, 2010

Kucing, Sekali Lagi

Kematian kucing kami saja sudah cukup membuat kami bersedih hati. Kucing adalah sahabat yang tinggal bersama kami sekian lama biarpun sering menjengkelkan dengan kotorannya. Sekali lagi saya beranggapan bahwa kucing dan semua hewan lain pada dasarnya adalah sahabat atau teman hidup manusia. Bagi saya, dengan eongan, gonggongan, cuitan, dan bentuk-bentuk komunikasi yang lain mereka berusaha menyampaikan banyak kepada manusia, tetapi sayang manusia tak bisa memahami bahasa mereka selain secara amat terbatas. Perhatian kepada hewan, membuat saya merasa bersalah memakan daging hewan, tetapi saya belum bisa menjadi vegetarian. Saya kagum pada mereka yang vegetarian. Jika terdapat kasih sayang kepada hewan, diharapkan juga muncul kasih sayang kepada manusia.
Hewan adalah bagian dari kehidupan dan misterinya. Mengamati hewan dapat membuat manusia makin memahami alam pada tingkat tertentu. Pernah saya merasa bahwa mengurus kucing selain mengurus keluarga sebenarnya sudah cukup dalam hidup ini Semoga Tuhan mengampuni kami jika terdapat kesalahan dalam mengurus hewan selama ini.

Thursday, June 24, 2010

Piala Dunia

Meskipun saya sendiri belum sempat menonton lewat televisi secara langsung kompetisi sepakbola Piala Dunia Sepakbola, saya masih berpendapat bahwa acara tersebut merupakan satu di antara sedikit saja acara yang memengaruhi banyak penduduk dunia secara serentak. Acara yang bisa membuat kita lebih menyadari bahwa di dunia tak hanya terdapat negara kita dan negara-negara tertentu saja, tetapi masih banyak negara lain dengan rakyatnya masing-masing. Piala Dunia membuat suasana terasa berbeda dan agak lebih menyenangkan bagi saya dan banyak warga dunia yang lain selama sekitar satu bulan ini, saya kira.

Monday, March 29, 2010

Bencana Alam

Antara lain karena cuaca ekstrem dan lingkungan yang makin rendah kualitanya, akhir-akhir ini banyak terjadi bencana alam seperti longsor dan banjir di Jawa Barat. Bahkan dikatakan bahwa 50% tanah di Jawa Barat rawan longsor. Ternyata banyak saudara-saudaraku sesama manusia yang mengalami kesusahan di wilayah ini. Semoga mereka tahan menghadapinya dan terdapat solusi terhadap bencana alam ini.

Friday, March 19, 2010

Kedatangan Obama

Bisa jadi Obama memang kurang bersahabat dengan negara kita dan dunia Islam, meskipun dia pernah tinggal di Indonesia. Namun, karena dia terlanjur datang lebih baik kita manfaatkan saja kesempatan ini dengan berunding demi kebaikan bersama termasuk kebaikan umat Islam dan manusia pada umumnya. Nabi Muhammad SAW pun setahu saya pernah berunding dengan musuh-musuhnya. Protes terhadap kedatangannya memang bisa dimengerti, tetapi lebih baik kita memanfaatkan kedatangannya sebaik-baiknya. Secara umum, lebih baik kita menjaga jarak dengan Amerika, tidak terlalu dekat (karena banyak kebijakannya yang merugikan kita sementara dia adalah negara adidaya yang bisa merugikan) dan tidak terlalu jauh.

Saturday, September 12, 2009

Sengketa Malaysia Indonesia

Kemarahan sebagian orang Indonesia bahkan mungkin sebagian besar orang Indonesia terhadap Malaysia yang diduga mengklaim berbagai bentuk kesenian seperti pendet, lagu Terang Bulan yang dijadikan lagu kebangsaan Malaysia (?) (yang ternyata diilhami atau mungkin lebih tepatnya dicontek dari lagu ciptaan orang Perancis, sehingga oknum warga kedua negara bisa dikatakan sebagai penyolong dalam hal ini, seperti yang dikatakan oleh Remi Sylado dalam sebuah artikel di Kompas Minggu beberapa waktu yang lalu) dan kepulauan Ambalat, serta tindakan warganya yang melanggar batas kepada banyak TKI, amat bisa dimengerti. Namun, banyak orang Indonesia yang terkesan mudah emosi dan bisa jadi luapan kekesalan terhadap Malaysia merupakan luapan perasaan tertekan menghadapi akumulasi berbagai persoalan sehari-hari mereka, seperti ekonomi. Kepada sesama warga negara saja, orang Indonesia mudah terpancing emosinya apalagi kepada warga negara lain yang dianggap telah memprovokasi terlebih dahulu sengketa ini. Pengaruh media massa Indonesia yang tidak jarang mendramatisasi persoalan juga perlu diperhatikan. Pada pihak lain, di Malaysia, dan negara-negara lain, juga ada orang-orang yang mudah terpancing emosinya dan ada juga orang-orang yang memang tidak menyukai Indonesia dengan berbagai alasan.
Sebagai orang awam, saya harap orang Indonesia tidak bertindak berlebihan (lagi) seperti melakukan sweeping ke warga Malaysia di Indonesia, bagaimanapun Malaysia dan Indonesia adalah negara tetangga yang mayoritas terdiri atas muslim. Persatuan di antara kedua negara dibutuhkan antara lain untuk menghadapi berbagai ancaman potensial dari negara-negara lain selain kerjasama dalam berbagai bidang yang lain. Selain itu, konflik yang parah dapat mengorbankan waktu, uang, dan lain-lain secara tidak perlu, sementara persoalan di dalam negeri sudah cukup banyak. Mudah-mudahan ada cara yang bijaksana dan efektif untuk mengakhiri perselisihan di antara kedua negara, misalnya lewat perundingan tingkat tinggi di antara tokoh-tokoh berpengaruh dari kedua negara.
Yang jelas soal berbagai klaim Malaysia ini memiliki hikmah yaitu antara lain meningkatkan rasa nasionalisme cukup banyak orang dan makin menghargai budaya sendiri.