Thursday, June 24, 2010

Piala Dunia

Meskipun saya sendiri belum sempat menonton lewat televisi secara langsung kompetisi sepakbola Piala Dunia Sepakbola, saya masih berpendapat bahwa acara tersebut merupakan satu di antara sedikit saja acara yang memengaruhi banyak penduduk dunia secara serentak. Acara yang bisa membuat kita lebih menyadari bahwa di dunia tak hanya terdapat negara kita dan negara-negara tertentu saja, tetapi masih banyak negara lain dengan rakyatnya masing-masing. Piala Dunia membuat suasana terasa berbeda dan agak lebih menyenangkan bagi saya dan banyak warga dunia yang lain selama sekitar satu bulan ini, saya kira.

Monday, March 29, 2010

Bencana Alam

Antara lain karena cuaca ekstrem dan lingkungan yang makin rendah kualitanya, akhir-akhir ini banyak terjadi bencana alam seperti longsor dan banjir di Jawa Barat. Bahkan dikatakan bahwa 50% tanah di Jawa Barat rawan longsor. Ternyata banyak saudara-saudaraku sesama manusia yang mengalami kesusahan di wilayah ini. Semoga mereka tahan menghadapinya dan terdapat solusi terhadap bencana alam ini.

Friday, March 19, 2010

Kedatangan Obama

Bisa jadi Obama memang kurang bersahabat dengan negara kita dan dunia Islam, meskipun dia pernah tinggal di Indonesia. Namun, karena dia terlanjur datang lebih baik kita manfaatkan saja kesempatan ini dengan berunding demi kebaikan bersama termasuk kebaikan umat Islam dan manusia pada umumnya. Nabi Muhammad SAW pun setahu saya pernah berunding dengan musuh-musuhnya. Protes terhadap kedatangannya memang bisa dimengerti, tetapi lebih baik kita memanfaatkan kedatangannya sebaik-baiknya. Secara umum, lebih baik kita menjaga jarak dengan Amerika, tidak terlalu dekat (karena banyak kebijakannya yang merugikan kita sementara dia adalah negara adidaya yang bisa merugikan) dan tidak terlalu jauh.

Saturday, September 12, 2009

Sengketa Malaysia Indonesia

Kemarahan sebagian orang Indonesia bahkan mungkin sebagian besar orang Indonesia terhadap Malaysia yang diduga mengklaim berbagai bentuk kesenian seperti pendet, lagu Terang Bulan yang dijadikan lagu kebangsaan Malaysia (?) (yang ternyata diilhami atau mungkin lebih tepatnya dicontek dari lagu ciptaan orang Perancis, sehingga oknum warga kedua negara bisa dikatakan sebagai penyolong dalam hal ini, seperti yang dikatakan oleh Remi Sylado dalam sebuah artikel di Kompas Minggu beberapa waktu yang lalu) dan kepulauan Ambalat, serta tindakan warganya yang melanggar batas kepada banyak TKI, amat bisa dimengerti. Namun, banyak orang Indonesia yang terkesan mudah emosi dan bisa jadi luapan kekesalan terhadap Malaysia merupakan luapan perasaan tertekan menghadapi akumulasi berbagai persoalan sehari-hari mereka, seperti ekonomi. Kepada sesama warga negara saja, orang Indonesia mudah terpancing emosinya apalagi kepada warga negara lain yang dianggap telah memprovokasi terlebih dahulu sengketa ini. Pengaruh media massa Indonesia yang tidak jarang mendramatisasi persoalan juga perlu diperhatikan. Pada pihak lain, di Malaysia, dan negara-negara lain, juga ada orang-orang yang mudah terpancing emosinya dan ada juga orang-orang yang memang tidak menyukai Indonesia dengan berbagai alasan.
Sebagai orang awam, saya harap orang Indonesia tidak bertindak berlebihan (lagi) seperti melakukan sweeping ke warga Malaysia di Indonesia, bagaimanapun Malaysia dan Indonesia adalah negara tetangga yang mayoritas terdiri atas muslim. Persatuan di antara kedua negara dibutuhkan antara lain untuk menghadapi berbagai ancaman potensial dari negara-negara lain selain kerjasama dalam berbagai bidang yang lain. Selain itu, konflik yang parah dapat mengorbankan waktu, uang, dan lain-lain secara tidak perlu, sementara persoalan di dalam negeri sudah cukup banyak. Mudah-mudahan ada cara yang bijaksana dan efektif untuk mengakhiri perselisihan di antara kedua negara, misalnya lewat perundingan tingkat tinggi di antara tokoh-tokoh berpengaruh dari kedua negara.
Yang jelas soal berbagai klaim Malaysia ini memiliki hikmah yaitu antara lain meningkatkan rasa nasionalisme cukup banyak orang dan makin menghargai budaya sendiri.

Saturday, August 1, 2009

Kucing




Ini adalah salah satu kucing di rumah kami. Kami sebenarnya tidak sengaja memelihara mereka, tetapi kami sejauh ini masih terhalang untuk membuang mereka, karena kasihan dan lain-lain. Saya lebih senang kalau ada orang lain penggemar kucing yang bersedia menampung mereka. Memikirkan kucing itu, saya jadi ingat hewan secara umum, mereka makhluk Tuhan juga, dan seperti kita mereka juga tunduk kepada kehendak Tuhan, mungkin pada level yang berbeda. Ingin juga jadi vegetarian kalau sudah begini.

Friday, June 19, 2009

Bosan Pemilu

Saya sudah merasa bosan dengan hiruk pikuk Pemilu, semoga pilpress 9 Juli mendatang hanya satu putaran supaya rakyat Indonesia lebih cepat kembali ke kehidupan "normal". Saya sudah punya pilihan sendiri, meskipun sebenarnya belum jelas apakah calon yang saya pilih itu benar-benar lebih baik daripada kedua pasangan yang lain, di tengah-tengah isu dan kesalahan kampanye para calon. Jangan sampai pelanggaran pemilu mengaburkan kualitas keseluruhan calon yang bersangkutan. Mudah-mudahan siapa pun presiden dan wakil presiden yang terpilih, Indonesia akan makin maju.

Tuesday, May 26, 2009

Facebook Haram?

Memang saya akui Facebook dapat menyebabkan ketagihan secara berlebihan, tetapi menganggap Facebook haram hanya karena itu adalah berlebihan, karena tidak semua orang ketagihan Facebook. Harus ada alasan yang tepat dan masuk akal untuk mengharamkan Facebook. Sebegitu jauh, saya menganggap Facebook dan banyak hal lain bermata dua, bisa digunakan untuk kebaikan atau keburukan, tergantung kepada orang yang bersangkutan. Namun, kita mungkin perlu penelitan akurat tentang bagaimanakah pengaruh Facebook pada umumnya di Indonesia. Anda setuju?