Tuesday, August 26, 2025

 

Rambu Perlintasan Kucing


English: Drive slowly, watch for cats

Indonesian: Pelan-pelan, banyak kucing

Mungkin sebagian dari kita, terutama pemerhati kucing, akan merasa sedih melihat bangkai kucing yang terlindas kendaraan. Meskipun menurut seorang ahli biologi evolusi di Natural History Museum, London, Anjali Goswarni dalam sebuah artikel dalam Scientific American, Rabu (4/10/2023), kucing adalah makhluk sempurna secara evolusioner karena mereka tidak membutuhkan banyak variasi dalam perkembangan mereka, pada sisi lain tampaknya kucing memiliki kelemahan dalam hal menyeberang jalan. Tidak seperti anjing yang konon melihat ke kiri dan kanan dulu ketika akan menyeberang jalan, kucing bisa terkesan hampir seperti menyelonong begitu saja ketika menyeberang. Tidak heran kalau mereka bisa terlindas kendaraan yang melaju cepat. Entahlah, mungkin mereka belum bisa beradaptasi lewat evolusi terhadap jalan-jalan buatan manusia.
Kecelakaan yang menimpa para kucing ini perlu dihindarkan sebisa mungkin. Caranya antara lain adalah dengan memasang rambu yang mengingatkan agar pengendara lebih berhati-hati jika melewati daerah yang banyak kucingnya. Rambu ini bisa disertai dengan rambu yang memperingatkan “pelan-pelan, banyak anak-anak”, karena tidak jarang anak-anak pun kurang waspada ketika menyeberang atau melewati jalan. Seingat saya, jarang sekali saya melihat rambu seperti ini dengan mata kepala saya sendiri, tetapi saya menemukan banyak contohnya di internet. Kebanyakan rambu seperti ini berlatar belakang kuning atau merah. Semoga makin banyak rambu seperti ini dipasang di berbagai tempat dengan banyak kucing yang berkeliaran.

Tuesday, May 6, 2025

 Thunderbolts


Harap jangan baca ulasan pribadi ini kalau belum menonton filmnya.
Kemarin tanggal 6 Mei 2025, aku menonton film Thunderbolts di bioskop di dekat rumahku di kabupaten Bandung. Terlepas dari gembar-gembor media online yang aku baca dan penilaian Rotten Tomatoes yang memberikan angka 87% yang konon termasuk paling besar untuk sebuah film Marvel, ternyata bagiku film ini tidak istimewa. Boleh dibilang hampir tidak ada ketegangan atau keseruan dalam jalan ceritanya. Tokoh lawannya, Bob, kurang bengis bagiku. Mungkin malah kelak Bob alias The Sentry ini akan masuk tim The New Avengers. Film ini tidak termasuk 3 besar film Marvel yang terbaik bagiku, rasanya ada beberapa yang lebih menarik seperti Captain America: Civil War, Thor:Ragnarok, Infinity Wars, Black Panther, Endgame, serta Deadpool and Wolverine. Mungkin film ini dinilai termasuk film Marvel paling bagus karena menekankan aspek kemanusiaan dalam hubungan Bob dan para anggota Thunderbolts atau sekaran merupakan gimmick pemasaran. Namun, setidaknya dengan menonton film ini rasa penasaranku hilang dan seperti ada tugas yang sudah dilakukan. Lagipula aku rencananya akan mengurangi nonton film. 

Thursday, December 26, 2024

 Hopecore


Belum lama ini saya menemukan istilah "hopecore" atau "hope core" ini
di media sosial. Di tengah-tengah gencarnya pemberitaan berbagai masalah di dalam dan luar negeri di media massa, istilah ini bisa terasa menyejukkan, sehingga saya ingin membuat tulisan singkat tentang istilah ini berdasarkan berbagai sumber di internet.
"Core" dalam "hopecore" bisa berarti “estetika”, "filosofi", atau “gaya”. Dengan demikian, "hopecore" adalah semacam filosofi dan estetika berbasis harapan dan kemanusiaan. Di pihak lain, "hopecore" adalah juga semacam genre video di media sosial yang menampilkan aspek positif dalam kehidupan dan mendorong orang-orang untuk mencari kesenangan dan positivitas.
Kontennya sering berupa pesan positif, hewan yang menggemaskan, dan apa yang disebut "dreamy aesthetics" atau semacam estetika imajinatif.
Seperti yang bisa diduga, menurut informasi yang menciptakan istilah hopecore ini adalah remaja entah di negara mana pada tahun 2020,
di antara core-core yang lain. Istilah yang menarik dan populer memang tampaknya banyak diciptakan oleh para remaja atau generasi muda.
Terkait terjemahannya, mungkin ini lebih baik istilah "hopecore" ini diserap saja dahulu dalam bahasa Indonesia sampai ada orang Indonesia (mungkin generasi muda juga) yang menemukan padanan yang lebih bagus dan tepat daripada “estetika harapan”.

Wednesday, December 25, 2024

 Apa Terjemahan dari Door Prize?


Sebenarnya “door prize” memiliki padanan atau terjemahan dalam bahasa Indonesia seperti yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu hadiah lawang, yang berarti “hadiah yang diberikan pada suatu acara khusus dan setiap orang yang hadir memiliki kesempatan untuk menang, biasanya melalui undian”.
Namun, bagi sebagian orang “hadiah lawang” mungkin masih terasa janggal atau bahkan tidak dikenal, begitu juga sinonimnya, “hadiah pintu”. Tidak heran dalam pengumuman atau undangan suatu acara atau pesta, kata “door prize” tampaknya masih lebih sering digunakan daripada kedua padanannya itu.
Jika kita ingin menggunakan istilah dalam bahasa Indonesia yang familiar, sebenarnya ada alternatifnya, yaitu “hadiah undian”. Memang, sebenarnya tidak semua hadiah undian adalah “door prize”, misalnya hadiah undian yang diberikan dalam sayembara tingkat nasional yang diumumkan lewat media massa, tetapi untuk keperluan praktis dalam pengumuman atau undangan rasanya istilah ini sudah memadai dan mudah dimengerti orang pada umumnya.
Kalaupun tetap ingin menggunakan istilah “door prize”, hendaknya dituliskan dengan benar, bukan “doorprize” apalagi “dorprais”.

 Kata Baku (Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia) Pilihan: Pemungkas

Bentuk Tidak Baku: Pamungkas
Padanan Bahasa Inggris: Ultimate, Final

Beberapa waktu yang lalu, sebuah postingan di media sosial mengingatkan bahwa bentuk yang baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah "pemungkas" dan bukan "pamungkas" yang selama ini mungkin lebih lazim dipakai. Sebagai penerjemah, kebetulan ketika menerjemahkan beberapa waktu yang, kata "pemungkas" ini dipakai untuk yang pertama kalinya. Sekalian saja saya tampilkan di sini.

Tuesday, December 24, 2024

 

Sisakan Permukaan Tanah untuk Mengubur Kucing dan Hewan Lainnya.


Jangan teruskan membangun lapisan aspal, beton, atau semen dan lain-lain di permukaan tanah. Sisakan permukaan tanah yang mudah ditembus air agar tanah itu bisa menampung air sebagai persediaan masa depan. Selain itu sisakan tanah sekadar untuk bisa mengubur kucing, anjing, atau hewan lain terutama yang mati karena kecelakaan. Aku merasa miris dan sedih jika melihat kucing mati terlindas atau yang bangkai kucing yang dibuang begitu saja di pinggir saja.  Oleh karena itu, aku sangat menyarankan agar orang-orang tidak lagi melapisi permukaan tanah polos, terutama di halaman rumahnya sendiri, dan di tempat-tempat tertentu. Biarkan hewan-hewan itu dikubur selayaknya, biarpun harus tumpang tindih.  Semoga seruanku dibaca dan diterapkan oleh banyak orang. Amin. 

Sunday, November 3, 2024

 

Apateu

 

Aku termasuk yang tertarik mendengar lagu yang berjudul Apateu di berbagai media sosial. Ketertarikan yang sama tampaknya juga dirasakan di dalam dan luar negeri. Buktinya antara lain bahwa lagu yang dinyanyikan oleh Rose Blackpinkk dan Bruno Mars ini memasuki daftar peringkat lagu Billboard Hot 100 di Amerika Serikat, bahkan bisa mencapai peringkat ke-8.

Kata dalam bahasa Korea “Apateu” yang terkesan unik itu ternyata adalah nama sebuah permainan, selain konon berarti juga “apartemen”. Sekilas lagu APT alias Apateu ini mengingatkan aku pada “About the Bass”  yang dinyanyikan oleh Meghan Trainor, dirilis tahun 2014 (ternyata sudah lama lagu ini dirilis, kupikir baru sekitar 5 tahunan). Kedua lagu ini bagiku sama-sama sederhana, unik dan menarik (setidaknya untuk beberapa waktu), dan sebagian liriknya mudah disenandungkan.

Sebagai warga negara Indonesia, aku ingin agar penyanyi Indonesia juga bisa menciptakan lagu berbahasa Inggris dan menyelipkan satu dua kata dalam bahasa Indonesia yang kemudian terkenal seperti lagu “Apateu”. Tentu saja hal ini tidak mudah, apalagi mungkin penyanyi Indonesia yang terkenal di dunia ini mungkin baru sedikit seperti Anggun C. Sasmi. Harapanku semoga dalam 10 tahun mendatang ada lagu berbahasa Inggris atau Indonesia yang dinyanyikan orang Indonesia seterkenal lagu “Apateu”.

Aku menduga lagu “Apateu” ini tidak akan bertahan lama di Hot 100 Billboard dan panggung musik internasional, mungkin hanya beberapa bulan. Namun, lagu ini dapat membuka jalan untuk lagu-lagu lain dari Korea atau Asia untuk semakin dikenal di panggung internasional, suatu hal yang tentu layak diacungi jempol. Namun, lagu ini dikait-dikaitkan dengan zionisme karena Bruno Mars konon adalah pendukung zionisme.

3 November 2024

Tuesday, October 29, 2024

 

Pengalaman Dua Tahun Memakai Ponsel Samsung A13

Kalau tidak salah ingat aku membeli Samsung A13 kedua ini pada akhir 2022, setelah yang pertama hilang, mungkin karena terjatuh ketika turun dari angkot Soreang. Jadi, aku sudah memakai ponsel ini sekitar 2 tahun pada akhir Oktober 2024 ketika aku membuat tulisan ini. Seingatku ponsel ini aku beli dengan harga Rp2,7 juta

Secara umum ponsel ini dapat digunakan dengan baik untuk keperluan standar berkomunikasi lewat WA dan menelepon, browsing, dan bermedsos. Hanya saja, pada suatu waktu fitur notifikasi emailku tidak berfungsi. Usut punya usut, ternyata itu karena ada kesalahan dalam pengaturan. Notifikasi email adalah fitur terpenting bagiku yang hampir selalu menerima pekerjaan dari email. Pernah terjadi, email yang terlambat kutanggapi bernilai lebih besar daripada harga ponselnya sendiri, meskipun keterlambatan menanggapi email tidak selalu karena gangguan pada notifikasi email, he he.

Ternyata sekarang bagiku fitur yang paling penting kedua dalam ponsel adalah kamera. Samsung A13 ini cukup memenuhi harapanku soal kamera dengan adanya fitur lensa ultrawide yang tidak terdapat pada semua kamera di kelasnya, yaitu kelas Rp2 jutaan ketika ponsel ini dibeli. Dengan adanya fitur ini aku merasa tidak ketinggalan zaman dalam dunia ponsel kelas menengah  ke bawah. Apalagi disertai dengan lensa belakang utama 50MP yang masih agak jarang ketika ponsel ini dibeli, meskipun konon kapasitas default-nya sebenarnya hanya 12,5MP.  Kamera harus disetel dulu untuk menampilkan kapasitas 50 MP ini.

Yang ketiga adalah daya tahan. Ini termasuk pertimbangan penting yang membuatku sampai berbulan-bulan memikirkan ponsel apa yang akan aku beli. Sejauh ini, ponsel ini masih berfungsi dengan baik, tidak perlu dibawa ke tempat servis ponsel. Samsung setahuku dikenal menghasilkan ponsel yang berkualitas baik dan tahan lama.

Hal keempat yang paling penting bagiku adalah kapasitas penyimpanan memori. Ponsel ini menyediakan ROM 128GB. Ternyata dalam dua tahun sudah terisi sekitar 90GB. Aku tidak tahu persis apa yang membuat ponselku sepenuh itu, karena gambar dan video hanya menghabiskan 20GB menurut fitur setting. Mungkinkah perangkat lunak internal ponsel ini menggunakan memori terpakai sisanya? Aku mungkin perlu membeli kartu memori dalam waktu dekat ini. Mungkin yang berkapasitas 128 GB.

Faktor-faktor yang lain tidak begitu penting bagiku, meskipun ponsel terasa agak lelet bagiku. Seharusnya aku bisa memakai ponsel ini setidaknya satu tahun lagi. Namun, banyaknya ponsel baru yang berteknologi canggih membuatku ingin segera membeli ponsel baru lagi, meskipun sebenarnya tidak benar-benar membutuhkan. Jika aku membeli ponsel baru, selain faktor-faktor di atas aku mempertimbangkan kecepatan ponsel (ditentukan oleh prosesor dan refresh rate) ketika digunakan dan adanya fitur OIS dan EIS untuk stabilisasi pengambilan video ketika berjalan, terutama terkait rencana membuat konten medsos untuk menghasilkan uang.

30 Oktober 2024

Thursday, October 24, 2024

 Home Sweet Loan

Beberapa hari yang lalu saya menonton film Home Sweet Loan (HSL) yang pada intinya mengisahkan Kaluna yang berusaha mendapatkan rumah cicilan di antara konflik dalam keluarga besarnya. Sebenarnya penceritaan film ini terlalu muda bagi saya, kalau dilihat dari karakter utamanya yang berusia 20-30-an, tetapi waktu itu memang saya sedang ingin menonton film dan HSL adalah pilihan yang paling menarik bagi saya. Beberapa tahun terakhir ini saya melihat film Indonesia yang ditayangkan di bioskop makin menarik ditonton. Menonton film buatan negeri memiliki kesenangan dan kemudahan tersendiri karena kita tidak perlu mengartikan percakapan para pemerannya. Lain halnya jika menonton film asing terutama film Barat, jarak antara film dan saya sebagai penonton terasa lebih jauh, meskipun ada subtitle alias takarir.

HSL juga mengisahkan kehidupan sehari-hari, yang bisa berkaitan dengan banyak orang. Bagaimana tidak, tidak sedikit orang yang berjuang untuk mendapatkan rumah yang makin lama makin mahal. Kisah cinta hanya hadir sebagai bumbu. Secara keseluruhan saya merasa puas dan terkesan menonton film ini.  HSL terasa membumi, dibandingkan dengan film Marvel yang tidak jarang terasa mengawang-awang. Namun, dengan menonton film Barat seperti film superhero Marvel dan DC kita mendapatkan kelebihan lain, seperti menikmati efek spesial dalam film-film yang pembuatannya bisa mencapai puluhan juta dollar AS. Bayangkan, mereka sudah bersusah payah membuat film yang mahal dan kita sebagai penontonnya hanya perlu mengeluarkan uang beberapa puluh ribu rupiah untuk menikmati hasilnya.

25 Oktober 2024

Monday, August 28, 2023

Menonton Oppenheimer: Baca Dulu Sipnosisnya

Sekitar seminggu yang lalu di bulan Agustus 2023 akhirnya saya jadi juga menonton Oppenheimer setelah tertunda-tunda beberapa waktu. Baru pada akhir Agustus 2023 ini saya menuliskan sekadar pendapat ringan tentang film itu. Keinginan saya untuk menonton film iyang dibintangi oleh Cilian Murphy itu tampaknya lebih disebabkan oleh fomo (fearing of missing out) atau rasa kurang lebih takut ketinggalan, karena beberapa teman saya membahas film itu di salah satu grup WhatsApp yang saya ikuti. Selain itu, saya juga membaca betapa Christopher Nolan menyarankan bahwa penontonnya menonton film ini di layar yang selebar mungkin. Saya menduga ini karena film ini akan menampilkan adegan ledakan nuklir yang dahsyat.
Setelah menonton film ini, ternyata ledakan nuklir dalam film ini tidaklah sedahsyat yang saya kira, apalagi jika dibandingkan adegan ledakan dalam beberapa film yang telah saya tonton, termasuk yang tidak berkaitan dengan nuklir. Memang layak diacungi jempol bahwa adegan ledakan itu k­­­onon tidak menggunakan CGI (computer generated imagery).
Ini adalah salah satu dari sedikit film yang menurut saya sebaiknya penontonnya membaca terlebih dulu jalan ceritanya, kalau perlu beberapa kali, terutama penonton yang  berasal dari kalangan awam yang tidak begitu memahami reaksi nuklir dan tidak begitu mengenala Oppenheimer, termasuk saya sendiri. Untunglah saya sendiri sempat sekilas membaca ulasan film ini, sehingga masih bisa memahami jalan cerita film serius ini. Cilian Murphy sendiri saya kira cukup baik membawakan perannya dalam film ini.

Sekilas saya melihat bahwa sebagian besar yang menonton film ini bersama saya di sebuah bioskop di Bandung adalah generasi muda. Ini boleh dibilang pertanda baik yang menunjukkan bahwa ada generasi muda yang tertarik untuk menonton film yang menurut sebuah sumber bergenre biographical thriller (film biographic yang seru/menegangkan) ini, di antara film-film bergenre lain yang diputar saat itu termasuk Barbie yang bergenre fantasi komedi, biarpun sebagian dari mereka menonton dengan alasan yang sama yaitu fearing of missing out itu tadi.

Sebenarnya ada lagi alasan saya menonton film ini adalah bahwa nama Oppenheimer sendiri cukup keren di telinga saya, yang bisa saya anggap mewakili kemajuan Barat dalam berbagai bidang. Saya tidak tahu bagaimana pendapat orang Indonesia yang lain tentang nama ini, tetapi mungkin kurang lebih sama, meskipun Oppenheimer rasanya kalah terkenal di Indonesia dibandingkan dengan Einstein yang sosoknya juga ditampilkan dalam film itu. Filmnya sendiri berjudul Oppenheimer saja, tanpa embel-embel lain. Ini menunjukkan keyakinan produser dan sutradaranya bahwa dengan nama itu saja film ini dapat memikat orang untuk menontonnya.

Bagaimanapun sedikit banyak saya mendapat wawasan baru dalam film ini, termasuk bagaimana kehidupan sang ilmuwan itu sendiri dan latar belakang dibuatnya bon nuklir sehingga saya tidak menyesal menonton film ini. Lamanya film ini yaitu hampir tiga jam membuatnya layak dijadikan pengisi waktu luang.


Thursday, March 1, 2012

Satu Lagi Kucing Kami Menghilang (dan Mati?)

Satu lagi kucing kami pergi dan tampaknya mati. Kucing itu memang tampaknya sudah tua dan lahir di rumah kami sebagian bagian dari sekian banyak kucing yang pernah datang dan pergi atau mati di rumah kami. Kucing ini cenderung pendiam, terutama di hari-hari terakhirnya di rumah kami mungkin karena sakit tua. Seperti banyak kucing lain di rumah kami, kami tak sempat memberinya nama, hanya saja warna bulunya kuning dan cukup sering di mana-mana sebagai kucing jantan, sehingga menjengkelkan kami, terutama ibuku. Tapi bagaimana pun dia adalah kucing kami yang menjadi bagian dari hidup kami. Aku cukup merasa sedih kehilangan kucing kuning itu, begitu juga adik dan ibuku. Ayahku mungkin tidak mengetahui hal ini atau tidak peduli karena sedang mengidap stroke selama satu tahun lebih yang amat memperburuk kesadarannya.
Kalau benar dia pergi untuk mati supaya tidak merepotkan kami sebagai majikannya, seperti yang saya dengar kadang terjadinya. maka itu adalah kematian yang cukup mulia aku kira. Aku juga ingin mati secara mulia, mudah, tidak merepotkan lain, serta dalam ampunan Allah swt.
Selamat tinggal kucingku, hiks. Engkau akan selalu berada dalam hatiku. Mungkin kita tak pernah bertemu lagi. Memang segala sesuatu akan lenyap kecuali Allah swt.

Saturday, October 29, 2011

Satpam

Ketika mula-mula mendengarnya, meninggalnya satpam kantor cabang (2) BCA di dekat rumahku cukup membuatku "terpukul". Selain letaknya yang dekat rumahku, aku juga pernah beberapa kali mendatangi kantor itu dan kemungkinan besar pernah disambut oleh satpam itu. Kenapa orang harus memmbunuh untuk merampok? Bisa jadi karena dianggap menghalangi niat perampok itu. Seharusnya tentu (para) perampok itu hanya mencederai sang satpam dan tidak sampai membunuhnya. Baru sekarang aku bisa menulis tentang satpam itu, antara lain karena kadang-kadang suatu peristiwa terlalu berat dijalami untuk bisa ditulisi segera setelah terjadi. Seperti yang telah kujanjikan pada diri sendiri, tulisan ini aku buat untuk menghormati sang satpam. Semoga dia masuk surga.

Monday, August 1, 2011

Puasa dan Hidup Sederhana

Puasa seharusnya ditempuh dengan pola hidup sederhana, dengan pengeluaran yang lebih sedikit, bukan seperti yang terjadi pada diri saya, memaksakan beli jajanan dan lain-lain, meskipun pembelian seperti itu juga bermanfaat menggerakkan perekonomian masyarakat. Berpuasa idealnya adalah termasuk menahan nafsu, mata, tangan dari perbuatan terlarang dan mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat serta tidak membuang-buang waktu, tetapi hal-hal itu lebih sulit dijalankan daripada sekadar menahan lapar dan haus.

Friday, July 8, 2011

Kurang Suka Ponsel Layar Sentuh

Meskipun berbagai jenis dan merek ponsel layar sentuh akhir-akhir muncul di pasaran (2011), saya kurang menyukai jenis ini, karena terkesan menyulitkan ketika akan mengetik teks apalagi jika panjang. Saya lebih ponsel Qwerty konvensional, terutama Nokia E71 atau E5 yang memiliki fitur Quick Office atau sejenisnya. Apalagi kedua ponsel ini sudah memiliki fitur HSDPA, meskipun pada kenyataan kecepatan data bergantung pada kekuatan sinyal masing-masing operator. Ponsel QWERTY Samsung ada juga yang bagus misalnya Samsung Omnipro, tetapi dua ponselku yang terakhir terlanjur Nokia, jadi untuk penyamaan charger saya lebih suka ponsel Nokia lagi, jika mau membeli yang baru. Selain, itu ponsel QWERTY Samung itu susah kucari di Bandung ini.

Monday, May 30, 2011

Lebih Senang Disapa Dengan Sebutan " Kakak"

Secara pribadi saya lebih suka disapa "kakak" daripada "mas". Kesan saya sapaan "kakak" lebih tulus daripada "mas". Sayangnya, seingat saya sudah lama sekali saya disapa dengan sebutan "kaka" di Bandung, Jawa Barat ini, bertahun-tahun yang lalu. lebih seing disapa dengan "mas", "kang", atau "pak". Di wilayah tertentu seperti di Papua, kalau tidak salah, sapaan "kakak" lebih umum.

Saturday, May 7, 2011

Apakah kita perlu menjadi sekutu AS?

Tewasnya Usamah bin Ladin alias Osama bin Laden memiriskan hati saya dan mungkin juga hati banyak muslim yang lain. Sampai di sana saja ternyata perjuangannya melawan AS. Di lain pihak di Indonesia, kiprah gerakan NII sedang hangat dibicarakan. Namun, kiranya mendirikan negara Islam Indonesia adalah hal yang amat sulit mengingat Indonesia adalah negara yang heterogen dan relatif lemah dibandingkan negara-negara Barat, terutama. Ini berbeda dengan Arab Saudi dan beberapa negara Islam lain yang relatif lebih homogen penduduknya. Selain itu belum jelas, seperti apa negara Islam yang dikehendaki apakah mengikuti Arab Saudi atau Iran dan seterusnya.
Berusaha menjadikan Indonesia negara Islam dengan kekerasan tidak hanya mengorbankan rakyat Indonesia sendiri secara langsung sebagai korban dari kekerasan NII dan kelompok sejenis, tetapi juga menjadikan Indonesia berhadapan negara AS dan sekutu-sekutunya. Bisa jadi negara-negara tersebut akan menyerbu Indonesia pada suatu waktu dengan alasan memerangi terorisme jika NII dan kelompok-kelompok serupa terus beraksi menggunakan kekerasan dalam mencapai tujuannya, terutama jika dilakukan terhadap lokasi yang merupakan kepentingan mereka. Demikian juga andai Indonesia menjadi negara Islam, status ini akan mendapatkan pertentangan dari dalam dan luar negeri.
Lantas, perlukan kita menjadi sekutu AS supaya aman dari intervensi militer yang menyengsarakan rakyat seperti yang telah terjadi di Irak dan Libya? Rasanya posisi menjadi sekutu AS kurang sesuai bagi Indonesia. Lebih baik Indonesia menjaga jarak dengan AS, tidak perlu mendirikan negara Islam tetapi tidak perlu juga menjadi sekutu mereka.
Namun, sekarang Indonesia tidak menerapkan hukum Islam, tetapi juga posisi Pancasila sebagai dasar negara tidak jelas, tidak digembar-gemborkan seperti pada era kepemimpinan Soeharto dulu. Tidak jelas bagi saya apakah Pancasila masih diajarkan di sekolah-sekolah, apakah generasi muda sekarang memahami Pancasila yang bisa dijadikan sarana pemersatu bangsa itu. Menurut saya lebih baik memiliki Pancasila sebagai dasar negara daripada tidak memiliki dasar negara sebagai pegangan yang berlaku secara faktual sama sekali. Kurang berfungsinya Pancasila bisa menumbuhsumburkan gerakan kekerasan semacam NII yang pada akhirnya dapat menjebak negara kita dalam konflik dengan negara-negara Barat.
Seperti yang saya baca, selain merevitalisasi Pancasila, cara lain untuk meredam NII dan aksi terorisme adalah memakmurkan rakyat antara lain dengan memberantas korupsi. Sayangnya nampaknya korupsi sedang merajalela di negara kita justru dalam era reformasi ini.

Friday, April 29, 2011

Apakah penduduk dunia sudah terlalu banyak?

Saya merasa bahwa penduduk setidaknya di sekitar tempat saya tinggal makin lama makin banyak, agak terlalu banyak. Apakah memang demikian halnya, terlalu banyak? Sebenarnya hal ini relatif. Sepanjang mereka bisa hidup sejahtera lahir dan batin, penduduk yang banyak bukan masalah. Namun, jika melihat kenyataan banyaknya penganggur dan sebagainya, penduduk yang banyak adalah masalah yang besar terutama bagi pemerintah Indonesia. Namun, banyak pasangan suami-istri di Indonesia tampaknya tetap optimistis dengan melahirkan 1 atau lebih anak. Pada pihak lain, Cina dengan penduduk yang jauh lebih banyak daripada Indonesia terkesan lebih bisa mengendalikan dan memberi makan rakyatnya, dengan perkecualian di sana-sini, seperti adanya wilayah yang banyak dihuni oleh orang miskin.

Saturday, April 23, 2011

Rosihan Anwar

Rosihan Anwar baru-baru ini meninggal dunia. Saya kagum pada tulisannya yang enak dibaca di koran-koran, terutama Kompas, sering berdasarkan dokumentasi yang dibuatnya sendiri dan bagi saya tidak terasa bergaya bahasa "kolot". Tak heran biografi singkat yang ditulisknya tentang para tokoh sering muncul di koran berdasarkan dokumentasi itu. Apakah zaman sekarang ada wartawan atau orang biasa yang memiliki dokumentasi yang selengkap beliau, ditengah-tengah dominannya teknologi informasi, internet, dan google?

Hujan

Saya tidak suka hujan di pagi hari. Pagi hari bagi saya seharusnya cerah dan menyenangkan sebagai awal hari. Saya lebih suka hujan turun di siang hari menggantikan panas terik atau di malam hari sehingga tidak begitu dirasakan. Ya, hujan bagiku menimbulkan rasa sedih, meskipun hujan jelas bermanfaat bagi kehidupan manusia selama tidak berlebihan.

Thursday, March 3, 2011

Menulis

Menulis adalah salah satu cara yang baik untuk menyalurkan isi hati. Jika tidak menulis, sebagian dari orang yang sudah biasa menulis akan menjadi resah. Mereka yang sudah berpengalaman dapat menuliskan ribuan kata dari satu kata tema. Ketika menulisnya, tidak jarang muncul ide di kepala untuk menambah isi tulisan, suatu hal yang kadang-kadang tidak terpikirkan jika tidak menulis. Pada lain pihak, pikiran di kepala yang kadang-kadang berharga bisa hilang begitu saja jika tidak ditulis.
Tetapi menulis hanyalah salah satu dari aktivitas manusia. Masih banyak aktivitas manusia lain yang tak kalah penting seperti bekerja dan berinteraksi dengan sesama manusia. Bahkan dari kegiatan yang lain itulah tidak jarang ide muncul untuk dijadikan bahan tulisan.