Wednesday, December 10, 2008

Manusia Berkurban, Hewan Berkorban

Setiap Idul Adla, sebagian dari kaum muslim yang mampu dan mau melakukan ibadah kurban. Dalam hal ini mereka memang mengurbankan hartanya yaitu hewan tersebut, yang dapat berupa sapi atau domba. Tetapi yang benar-benar berkorban tentu saja adalah hewan tersebut itu sendiri. Pada pihak lain, banyak dari manusia yang tidak tega melihat hewan-hewan tersebut dan hewan-hewan lain dikorbankan nyawa atau disiksa sehingga sebagian dari mereka ada yang menjadi vegetarian. Aku sebenarnya juga tidak tega melihat hewan-hewan tersebut, yang sebenarnya merupakan teman hidup manusia jika dilihat dari sisi tertentu. Tetapi aku belum sanggup menjadi vegetarian, entah kapan. Pada pihak lain, banyak juga manusia yang tidak segan-segan mengorbankan sesama manusia baik nyawa, harta, atau kehormatannya demi kepentingan diri. Bisa jadi orang seperti ini kejam juga pada hewan, atau sebaliknya, misalnya malah menyayangi hewan peliharaannya tetapi bersikap kejam terhadap lawan politik dan saingan dagangnya.
Apakah dibalik ritual kurban ini terdapat hikmah atau merupakan contoh bahwa dalam kehidupan memang selalu ada pihak yang menjadi korban, meskipun pada hari pembalasan, penindasan terhadap pihak yang dikorbankan konon akan dibalaskan. Dari sudut pandang dan asumsi ini, sesungguhnya yang merugi adalah yang menindas, karena siksa neraka yang menurut Al Quran bisa amat berat, amat lama atau bahkan kekal (mungkin maksud di sini adalah selama umur neraka itu sendiri, karena bukankah hanya Allah yang kekal dan yang lainnya termasuk surga dan neraka fana?) tidak sebanding dengan kejahatan sang manusia pelakunya yang paling banyak hanya akan mampu melakukan kejahatan maksimal 100 tahun meskipun dengan tingkat yang amat kejam.
Kita memang tidak tahu pasti seperti apa mekanisme keadilan Tuhan, mungkin keadilan Tuhan berbeda dengan keadilan manusia bahkan termasuk Muslim sekalipun, tetapi aku tetap percaya bahwa Tuhan maha adil.

Wednesday, December 3, 2008

Kemajuan Teknologi HP yang Terlalu Cepat

Sebagai orang awam, kembali aku merasa kemajuan teknologi terutama dalam hape sudah terlalu cepat. berbagai jenis Hape yang harganya amat mahal dan fasilitas yang mutakhir sudah tersedia misalnya kamera 8 pixel dan blackberry. Aku merasa bahwa sifat manusia yang tidak luput dari kesalahan, baik teknis maupun moral, bisa membuat kemajuan teknologi berdampak negatif lain, selain yang telah banyak dibahas orang lain misalnya pornografi atau polusi akibat rongsokannya. Bencana teknis yang kucemaskan terjadi adalah misalnya rusaknya jaringan internet di seluruh dunia dalam waktu yang lama, sementara banyak manusia yang sudah amat bergantung kepada internet. Kerugian lain yang relatif tidak begitu besar adalah pemborosan uang dan waktu untuk mengikuti perkembangan teknologi yang begitu cepat tersebut, yang pada pihak lain bisa menyebabkan semacam ketegangan jiwa pada orang-orang yang amat ingin tetapi tidak mampu mengikutinya.

Wednesday, November 26, 2008

Terlalu Pagi

Saya merasa terlalu pagi untuk mengeluk-elukan Obama hanya karena dia pernah tinggal di Indonesia dan berkulit hitam. Harus terbukti jelas dulu bahwa dia memang melakukan hal positif yang berarti bagi Indonesia. Terlalu mengelu-elukannya malah bisa mengesankan bahwa kita adalah bangsa orang kecil. Di lain pihak, Obama sendiri menghadapi tantangan yang amat besar berupa krisis finansial yang diduga akan terjadi dalam waktu yang amat panjang. Latar belakangnya yang kulit hitam juga menjadi sumber ancaman tambahan bagi keselamatannya dan secara tidak langsung bisa meningkatkan potensi sentimen terhadap kulit berwarna. Namun, memang adalah wajar bahwa orang Indonesia banyak yang berharap kepada dirinya. Kita juga harus menggunakan kesempatan bangkitnya orang-orang kulit berwarna, termasuk Asia di tengah-tengah berkuasanya Obama dan krisis finansial yang konon akan mengurangi dominasi Amerika Serikat.

Monday, November 24, 2008

Prasasti Plastik

Sifat plastik yang konon bisa bertahan ratusan tahun seharusnya bisa dimanfaatkan, di samping merupakan kelemahan dalam sisi lain. Misalnya, dengan membuat prasasti plastik atau peninggalan-peninggalan yang sejenis, sambil menunggu diciptakan atau ditemukan zat yang bisa menguraikan plastik tanpa efek samping. Selama ini kita mengenal prasasti yang terbuat dari batu peninggalan dari zaman ratusan tahun yang lalu. Kini kita bisa membuat peninggalan dari plastik untuk masa ratusan tahun yang akan datang.

Tuesday, November 11, 2008

Tidak Cukup Waktu

Sebenanrya hidup seorang manusia yang rata-rata mungkin hanya 70 tahun, tidaklah cukup untuk mengungkap begitu banyak pengetahuan yang ada di alam ini, tetapi waktu yang sesingkat itu sering terbuang untuk hal-hal kurang penting yang justru lebih menyita waktu, seperti melakukan hal-hal yang tidak berguna atau bahkan dilarang. Mengamati sekelilingnya bisa membuat seseorang merasa atau menyadari dirinya hanya bagian dari alam ini.

Thursday, October 30, 2008

Menolong

Saya pikir, manusia pada umumnya termasuk saya kurang cenderung untuk langsung menolong sesama pada kesempatan pertama. Manusia lebih suka menolong dari pada ditolong, karena egonya. Hal ini bisa berakibat, ada orang-orang yang kesusahan dan sulit mendapatkan bantuan yang diperlukanya, apalagi jika orang tersebut miskin dan tidak punya banyak kenalan. Padahal dibalik memberikan pertolongan bisa terdapat hikmah, meskipun hal ini tidak berarti bahwa pamrih dibolehkan. Sekarang ini saya sebagai orang yang sudah memasuki usia 40 tahun harus sering-sering menolong orang sebagai bekal di akhirat. Susah juga mengubah cara berpikir ini.

Sunday, October 5, 2008

Krisis Keuangan di AS

Sebagai orang awam, aku tidak begitu mengerti efek dari krisis keuangan yang sekarang sedang berlangsung di AS. Namun, aku masih bisa mengerti efek dominonya. Beruntung Kompas menyajikan laporan yang cukup lengkap tentang hal tersebut. Konon, Indonesia cukup beruntung karena sedang libur ketika puncak krisis sedang berlangsung, sementara sekarang ini puncak tersebut boleh dibilang sudah berlalu karena parlemen AS menyetujui bail-out 750 milyar AS. Semoga saja pengaruh krisis tersebut terhadap Indonesia tidak begitu besar, apalagi nampaknya pemerintah Indonesia sudah melakukan pertemuan untuk mengantisipasi masalah tersebut. Yah, Kelihatannya begitu banyak krisis akhir-akhir ini.
AS yang kelihatannya begitu digjaya ternyata sangat rentan dalam masalah keuangan. Kerakusan ternyata ada juga di AS, he-he, ditambah lagi sistem ekonomi yang ternyata kurang dikontrol pemerintah AS sehingga lembaga-lembaga keuangan tertentu bertindak berlebihan antara lain dalam memberikan pinjaman.