Saya merasa terlalu pagi untuk mengeluk-elukan Obama hanya karena dia pernah tinggal di Indonesia dan berkulit hitam. Harus terbukti jelas dulu bahwa dia memang melakukan hal positif yang berarti bagi Indonesia. Terlalu mengelu-elukannya malah bisa mengesankan bahwa kita adalah bangsa orang kecil. Di lain pihak, Obama sendiri menghadapi tantangan yang amat besar berupa krisis finansial yang diduga akan terjadi dalam waktu yang amat panjang. Latar belakangnya yang kulit hitam juga menjadi sumber ancaman tambahan bagi keselamatannya dan secara tidak langsung bisa meningkatkan potensi sentimen terhadap kulit berwarna. Namun, memang adalah wajar bahwa orang Indonesia banyak yang berharap kepada dirinya. Kita juga harus menggunakan kesempatan bangkitnya orang-orang kulit berwarna, termasuk Asia di tengah-tengah berkuasanya Obama dan krisis finansial yang konon akan mengurangi dominasi Amerika Serikat.
Wednesday, November 26, 2008
Monday, November 24, 2008
Prasasti Plastik
Sifat plastik yang konon bisa bertahan ratusan tahun seharusnya bisa dimanfaatkan, di samping merupakan kelemahan dalam sisi lain. Misalnya, dengan membuat prasasti plastik atau peninggalan-peninggalan yang sejenis, sambil menunggu diciptakan atau ditemukan zat yang bisa menguraikan plastik tanpa efek samping. Selama ini kita mengenal prasasti yang terbuat dari batu peninggalan dari zaman ratusan tahun yang lalu. Kini kita bisa membuat peninggalan dari plastik untuk masa ratusan tahun yang akan datang.
Tuesday, November 11, 2008
Tidak Cukup Waktu
Sebenanrya hidup seorang manusia yang rata-rata mungkin hanya 70 tahun, tidaklah cukup untuk mengungkap begitu banyak pengetahuan yang ada di alam ini, tetapi waktu yang sesingkat itu sering terbuang untuk hal-hal kurang penting yang justru lebih menyita waktu, seperti melakukan hal-hal yang tidak berguna atau bahkan dilarang. Mengamati sekelilingnya bisa membuat seseorang merasa atau menyadari dirinya hanya bagian dari alam ini.
Thursday, October 30, 2008
Menolong
Saya pikir, manusia pada umumnya termasuk saya kurang cenderung untuk langsung menolong sesama pada kesempatan pertama. Manusia lebih suka menolong dari pada ditolong, karena egonya. Hal ini bisa berakibat, ada orang-orang yang kesusahan dan sulit mendapatkan bantuan yang diperlukanya, apalagi jika orang tersebut miskin dan tidak punya banyak kenalan. Padahal dibalik memberikan pertolongan bisa terdapat hikmah, meskipun hal ini tidak berarti bahwa pamrih dibolehkan. Sekarang ini saya sebagai orang yang sudah memasuki usia 40 tahun harus sering-sering menolong orang sebagai bekal di akhirat. Susah juga mengubah cara berpikir ini.
Sunday, October 5, 2008
Krisis Keuangan di AS
Sebagai orang awam, aku tidak begitu mengerti efek dari krisis keuangan yang sekarang sedang berlangsung di AS. Namun, aku masih bisa mengerti efek dominonya. Beruntung Kompas menyajikan laporan yang cukup lengkap tentang hal tersebut. Konon, Indonesia cukup beruntung karena sedang libur ketika puncak krisis sedang berlangsung, sementara sekarang ini puncak tersebut boleh dibilang sudah berlalu karena parlemen AS menyetujui bail-out 750 milyar AS. Semoga saja pengaruh krisis tersebut terhadap Indonesia tidak begitu besar, apalagi nampaknya pemerintah Indonesia sudah melakukan pertemuan untuk mengantisipasi masalah tersebut. Yah, Kelihatannya begitu banyak krisis akhir-akhir ini.
AS yang kelihatannya begitu digjaya ternyata sangat rentan dalam masalah keuangan. Kerakusan ternyata ada juga di AS, he-he, ditambah lagi sistem ekonomi yang ternyata kurang dikontrol pemerintah AS sehingga lembaga-lembaga keuangan tertentu bertindak berlebihan antara lain dalam memberikan pinjaman.
AS yang kelihatannya begitu digjaya ternyata sangat rentan dalam masalah keuangan. Kerakusan ternyata ada juga di AS, he-he, ditambah lagi sistem ekonomi yang ternyata kurang dikontrol pemerintah AS sehingga lembaga-lembaga keuangan tertentu bertindak berlebihan antara lain dalam memberikan pinjaman.
Monday, September 29, 2008
Komersialisasi Agama?

Beberapa orang di media massa menyebut-nyebut soal komodifikasi agama untuk berbagai hal yang menurut saya sebenarnya mungkin sudah bisa disebut komersialisasi (bagian-bagian) agama. Misalnya untuk mendapatkan daftar doa tertentu saja orang harus menggunakan sms premium, atau tayang-tayangan televisi yang religi tetapi kadar komersialnya kentara sekali. Ini sudah terjadi sejak lama. Mungkin memang kita perlu kembali merenungkan hakikat hidup, agama, ibadah, dan puasa. Bermewah-mewah menghadapi lebaran aku pikir sebenarnya agak bertentangan dengan kesucian ramadhan dan Idul Fitri, tetapi nampaknya ini sudah agak menjadi gejala di kalangan tertentu yang mampu untuk itu. aku juga nampaknaya sudah boros dengan caraku sendiri. Ada baiknya jika aku dan orang-orang lain kembali merenungkan makna hidup ini. Hidup adalah untuk beribadah kepada Allah. Ya Allah aku minta ampun atas keberlebihanku selama ini, siapa lagi yang bisa mengampuniku selain diriMu.
Monday, August 25, 2008
BBM yang keterlaluan
Saya, seperti rasanya banyak orang terutama yang terkena dampaknya secara berat, merasa bahwa kekisruhan menyangkut minyak tanah dan elpji akhir-akhir ini sudah keterlaluan. Seolah-olah Pertamina dan pemerintah sudah tidak begitu memperhatikan penderitaan rakyat. Saya sendiri takut menggunakan elpiji, takut meledak. Saya takut bakal ada kerusuhan dimana-man karena rakyat sudah tidak kuat lagi digencet. Yang jelas pemilu nanti saya tidak akan memilih calon presiden dan wapres Partai Demokrat dan Partai Golkar. Bagaimana pendapat Anda?
Subscribe to:
Posts (Atom)