Thursday, June 7, 2007

Money is not everything

I heard one saying (or writing) that money is indeed not everything, but you will experience difficulties if you are lack of money or even without it. Well, can anybody deny this statement?

Nilai tukar dollar yang "pas"

Seperti yang kita ketahui, masuknya modal asing ke Indonesia dalam jumlah yang sangat besar akhir-akhir menurunkan nilai tukar dollar terhadap rupiah. Berbagai reaksi muncul terhadap kecenderungan ini. Para eksportir konon merasa keberatan terhadap penurunan nilai tukar ini, sebaliknya para importir menyenanginya.

Namun, saya pikir yang lebih penting adalah berapa nilai tukar dollar terhadap rupiah yang menguntungkan sebagian besar rakyat Indonesia saat ini, tidak hanya eksportir atau importir saja, meskipun mereka memang adalah penggerak ekonomi nasional.

Dengan mempertimbangkan cadangan nasional Indonesia yang tidak sampai 50 milyar dollar AS dan hutang luarnegeri yang lebih dari 150 milyar dollar AS, sebagai warga biasa saya sebenarnya mengharapkan nilai tukar dollar AS turun lagi menjadi lebih rendah daripada yang sekarang, sekitar Rp 8.000, tetapi secara perlahan agar tidak mengguncang perekonomian nasional. Menurut logika sederhana penulis, nilai tukar dollar yang rendah terhadap rupiah memudahkan kita untuk melunasi hutang luar negeri. Selain itu, banyak aspek kehidupan rakyat yang dipengaruhi oleh nilai tukar tersebut, sebagai contoh, harga BBM di dalam negeri. Sehingga, begitu nilai tukar dollar naik, rakyat banyak kelimpungan akibat kenaikan BBM dan komoditas yang lain. Sebaliknya, jika nilai tukar dollar turun, harga BBM tidak secepat itu menyesuaikan diri, setidaknya menurut kesan saya..

Akan tetapi saya pikir kita membutuhkan analisis ekonom yang menyeluruh dan tentu saja akurat tentang nilai tukar dollar yang menguntungkan rakyat Indonesia pada umumnya dan yang dapat dicapai secara realistis, dengan harapan bahwa nilai tukar dollar tersebut tidak akan pernah kembali naik secara drastis seperti yang telah ikut menyebabkan krisis moneter sembilan tahun yang lalu.