Thursday, March 1, 2012

Satu Lagi Kucing Kami Menghilang (dan Mati?)

Satu lagi kucing kami pergi dan tampaknya mati. Kucing itu memang tampaknya sudah tua dan lahir di rumah kami sebagian bagian dari sekian banyak kucing yang pernah datang dan pergi atau mati di rumah kami. Kucing ini cenderung pendiam, terutama di hari-hari terakhirnya di rumah kami mungkin karena sakit tua. Seperti banyak kucing lain di rumah kami, kami tak sempat memberinya nama, hanya saja warna bulunya kuning dan cukup sering di mana-mana sebagai kucing jantan, sehingga menjengkelkan kami, terutama ibuku. Tapi bagaimana pun dia adalah kucing kami yang menjadi bagian dari hidup kami. Aku cukup merasa sedih kehilangan kucing kuning itu, begitu juga adik dan ibuku. Ayahku mungkin tidak mengetahui hal ini atau tidak peduli karena sedang mengidap stroke selama satu tahun lebih yang amat memperburuk kesadarannya.
Kalau benar dia pergi untuk mati supaya tidak merepotkan kami sebagai majikannya, seperti yang saya dengar kadang terjadinya. maka itu adalah kematian yang cukup mulia aku kira. Aku juga ingin mati secara mulia, mudah, tidak merepotkan lain, serta dalam ampunan Allah swt.
Selamat tinggal kucingku, hiks. Engkau akan selalu berada dalam hatiku. Mungkin kita tak pernah bertemu lagi. Memang segala sesuatu akan lenyap kecuali Allah swt.